Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim pada peringatan Hari Guru Nasional kemarin sungguh mengesankan. Pak Menteri sedang mengetuk kesadaran bahwa guru merupakan profesi terhormat. Guru merupakan tulang punggung pendidikan bangsa. Untuk itu, guru harus mulia. Guru perlu dibebaskan dari kegiatan administrasi yang membelenggu.
Mereka perlu didorong menjadi pribadi merdeka. Dengan begitu, guru PAK Indonesia akan melahirkan peserta didik yang luar biasa. Inovasi guru menjadi pembuka masa depan gemilang. Gagasan Mendikbud perlu mendapat sambutan. Artinya, gagasan itu perlu mendapat dukungan semua pihak termasuk Guru PAK.
Gebrakan Pak Menteri akan membawa angin segar dan perubahan besar dalam sistem pendidikan nasional. Guru PAK akan kembali menjadi soko dalam kiprah mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru PAK akan kembali belajar dan menjadi insan pembelajar sepanjang hayat.
Dengan itu, peserta didik akan gembira. Pasalnya, mereka mempunyai guru-guru hebat. Mereka akan betah dan nyaman di sekolah, karena mereka selalu ditemani orang-orang yang mempunyai cara pandang masa depan. Masa depan cerah bangsa Indonesia pun akan semakin nyata. Bangsa Indonesia akan dihuni oleh mereka yang "merdeka" sepenuhnya.
Mereka tidak sekadar belajar, namun memahami esensi hidup. Mereka tidak sekadar mendapatkan nilai, namun memaknai nilai hidup. Mereka tidak sekadar mendapat ijazah, namun mempunyai bekal untuk hidup lebih baik. Guru PAK menjadi kunci utama pemerdekaan itu. Untuk mewujudkannya, benar apa yang disampaikan Pak Menteri, guru perlu dimerdekakan, perlu didorong untuk berinovasi. Inovasi itu dimulai dari keberanian guru PAK untuk keluar dari zona nyaman.
Guru PAK perlu terbebas dari kunkungan ritual harian yang kadang menjemukan. Guru perlu mendapatkan banyak waktu untuk belajar dan menjadi pelayan yang baik. Belajar menjadi kata kunci. Semakin banyak guru belajar, maka mereka akan menularkan dan memancarkan manfaat banyak bagi peserta didiknya.
Kesempatan Belajar
Kesempatan belajar itulah yang perlu didorong oleh kementerian. Kemdikbud perlu membuka semakin lebar kesempatan belajar melalui skema beasiswa bagi guru, terutama pengajar di sekolah dasar (SD). Guru SD perlu mendapatkan prioritas karena dari sanalah peserta didik belajar. Guru PAK SD perlu mendapatkan pendidikan minimal S-2.
Dengan begitu, guru sekolah dasar akan mempunyai cara pandang dan kerangka teoretik yang cukup kuat. Kerangka berpikir dan teori itulah yang akan semakin meningkatkan kualitas pembelajaran. Kesempatan belajar itu perlu didukung oleh mekanisne administrasi yang mudah, gampang, dan cepat.
Pernyataan Pak Menteri yang prihatin atas kegiatan administrasi guru perlu segera diwujudkan dengan memangkas jalur-jalur birokrasi dan administrasi yang pelik. Keberanian Pak Menteri mengeluarkan aturan/ regulasi akan menjadi angin segar bagi kemerdekaan guru. Lebih lanjut, guru saat ini perlu memahami, era telah berubah. Era saat ini sudah berganti. Pergantian era membutuhkan daya adaptif.
Artinya, mereka perlu mempunyai seperangkat pandangan bahwa model dan gaya belajar perlu mendapat sentuhan berbeda. Model klasik, guru yang paling utama, perlu diubah menjadi semua adalah guru dan semua tempat adalah sekolah. Sebagaimana ujaran klasik Ki Hadjar Dewantara.
Kepemimpinan Efektif
Selain itu, perkembangan dunia dan era digital menuntut guru PAK semakin kreatif. Jayaendrakumar N Amin (2016) menyebut, pada era digital ini peran guru telah bergeser dari sekadar pengkhotbah ke manajer perilaku sosial dan emosi siswa; mentor untuk pembelajaran mereka; motivator untuk pelajar yang lambat dan pelajar yang cepat dalam lingkungan digital.
Guru juga perlu memanfaatkan sumber-sumber digital sebagai bagian dari proses pembelajaran. Guru PAK juga perlu mengatasi masalah sosial dan emosional yang memengaruhi pembelajaran peserta didik dan siap untuk melakukan perubahan.
Perubahan menjadi kata kunci penting. Perubahan pun menjadi sunnatullah. Perubahan adalah abadi. Siapa yang tidak siap berubah, maka ia akan diubah. Perubahan kadang mengagetkan. Namun dari kekagetan itulah akan muncul lompatan-lompatan besar dalam sistem pendidikan nasional. Perubahan yang perlu segera dilakukan oleh stakeholders pendidikan adalah sikap dan jiwa kepemimpinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar