Kamis, 05 November 2020

GURU PAK SEBAGAI MOTIVATOR

 Guru PAK mempunyai peran yang strategis sebagai motivator karena dalam hal ini berkait erat dengan bidang tanggung jawabnya untuk menanamkan nilai- nilai spiritual kepada peserta didik. Nilai-nilai spiritual ini merupakan landasan bagi para peserta didik dalam membentuk sikap, moral, dan karakter peserta didik.

Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.

Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.
• Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.
• Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.

Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.

Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:

1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.

2. Hadiah
Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.

3. Saingan/kompetisi
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

4. Pujian
Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.

5. Hukuman
Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.

6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.

7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik
8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan
10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran

GURU PAK HEBAT

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim pada peringatan Hari Guru Nasional kemarin sungguh mengesankan. Pak Menteri sedang mengetuk kesadaran bahwa guru merupakan profesi terhormat. Guru merupakan tulang punggung pendidikan bangsa. Untuk itu, guru harus mulia. Guru perlu dibebaskan dari kegiatan administrasi yang membelenggu.

Mereka perlu didorong menjadi pribadi merdeka. Dengan begitu, guru PAK Indonesia akan melahirkan peserta didik yang luar biasa. Inovasi guru menjadi pembuka masa depan gemilang. Gagasan Mendikbud perlu mendapat sambutan. Artinya, gagasan itu perlu mendapat dukungan semua pihak termasuk Guru PAK.

Gebrakan Pak Menteri akan membawa angin segar dan perubahan besar dalam sistem pendidikan nasional. Guru PAK akan kembali menjadi soko dalam kiprah mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru PAK akan kembali belajar dan menjadi insan pembelajar sepanjang hayat.

Dengan itu, peserta didik akan gembira. Pasalnya, mereka mempunyai guru-guru hebat. Mereka akan betah dan nyaman di sekolah, karena mereka selalu ditemani orang-orang yang mempunyai cara pandang masa depan. Masa depan cerah bangsa Indonesia pun akan semakin nyata. Bangsa Indonesia akan dihuni oleh mereka yang "merdeka" sepenuhnya.

Mereka tidak sekadar belajar, namun memahami esensi hidup. Mereka tidak sekadar mendapatkan nilai, namun memaknai nilai hidup. Mereka tidak sekadar mendapat ijazah, namun mempunyai bekal untuk hidup lebih baik. Guru PAK menjadi kunci utama pemerdekaan itu. Untuk mewujudkannya, benar apa yang disampaikan Pak Menteri, guru perlu dimerdekakan, perlu didorong untuk berinovasi. Inovasi itu dimulai dari keberanian guru PAK untuk keluar dari zona nyaman.

Guru PAK perlu terbebas dari kunkungan ritual harian yang kadang menjemukan. Guru perlu mendapatkan banyak waktu untuk belajar dan menjadi pelayan yang baik. Belajar menjadi kata kunci. Semakin banyak guru belajar, maka mereka akan menularkan dan memancarkan manfaat banyak bagi peserta didiknya.

Kesempatan Belajar

Kesempatan belajar itulah yang perlu didorong oleh kementerian. Kemdikbud perlu membuka semakin lebar kesempatan belajar melalui skema beasiswa bagi guru, terutama pengajar di sekolah dasar (SD). Guru SD perlu mendapatkan prioritas karena dari sanalah peserta didik belajar. Guru PAK SD perlu mendapatkan pendidikan minimal S-2.

Dengan begitu, guru sekolah dasar akan mempunyai cara pandang dan kerangka teoretik yang cukup kuat. Kerangka berpikir dan teori itulah yang akan semakin meningkatkan kualitas pembelajaran. Kesempatan belajar itu perlu didukung oleh mekanisne administrasi yang mudah, gampang, dan cepat.

Pernyataan Pak Menteri yang prihatin atas kegiatan administrasi guru perlu segera diwujudkan dengan memangkas jalur-jalur birokrasi dan administrasi yang pelik. Keberanian Pak Menteri mengeluarkan aturan/ regulasi akan menjadi angin segar bagi kemerdekaan guru. Lebih lanjut, guru saat ini perlu memahami, era telah berubah. Era saat ini sudah berganti. Pergantian era membutuhkan daya adaptif.

Artinya, mereka perlu mempunyai seperangkat pandangan bahwa model dan gaya belajar perlu mendapat sentuhan berbeda. Model klasik, guru yang paling utama, perlu diubah menjadi semua adalah guru dan semua tempat adalah sekolah. Sebagaimana ujaran klasik Ki Hadjar Dewantara.

Kepemimpinan Efektif

Selain itu, perkembangan dunia dan era digital menuntut guru PAK semakin kreatif. Jayaendrakumar N Amin (2016) menyebut, pada era digital ini peran guru telah bergeser dari sekadar pengkhotbah ke manajer perilaku sosial dan emosi siswa; mentor untuk pembelajaran mereka; motivator untuk pelajar yang lambat dan pelajar yang cepat dalam lingkungan digital.

Guru juga perlu memanfaatkan sumber-sumber digital sebagai bagian dari proses pembelajaran. Guru PAK juga perlu mengatasi masalah sosial dan emosional yang memengaruhi pembelajaran peserta didik dan siap untuk melakukan perubahan.

Perubahan menjadi kata kunci penting. Perubahan pun menjadi sunnatullah. Perubahan adalah abadi. Siapa yang tidak siap berubah, maka ia akan diubah. Perubahan kadang mengagetkan. Namun dari kekagetan itulah akan muncul lompatan-lompatan besar dalam sistem pendidikan nasional. Perubahan yang perlu segera dilakukan oleh stakeholders pendidikan adalah sikap dan jiwa kepemimpinan.